Hanya butuh seminggu buatku untuk menyelesaikan buku ini diantara focus pikiranku yang kurang focus
untuk mengerjakan proposal tesis dan tugas kuliah tentunya. Buku ini aku beli karena masuk dalam “best seller” di gramedia Mall Ambarukmo Yogyakarta
. Sebelumnya kira-kira sebulan yang lalu, buku ini juga terpampang sebagai “new comers” dan masih belum menumbuhkan niatku untuk membelinya karena temanya tentang perjuangan dalam mengharumkan nama Indonesia dalam pertandingan bulu tangkis adalah terlalu absurb. Yah, harus disadari bahwa kenapa aku berpikir seperti itu karena Indonesia sudah menjadi masa lalu untuk menjadi primadona di kancah buku tangkis Indonesia.
Singkat cerita akhirnya membeli buku ini dan memutuskan untuk menjadi buku yang harus dibaca pertama sekali di antara empat buku lainnya. Banyak keistimewaan dalam buku ini. Mari kita review apa saja yang menjadi keistimewaan dari buku kedua Kang Dhonny Dhirgantara ini.
Pertama, pemeran utama dalam buku ini adalah seoarang gadis dengan kelemahan yaitu memiliki berat badan super XXXL yang sangat berniat untuk bermain buku tangkis untuk mempersembahkan kebahagiaan untuk kedua orang tuanya. Mas Donny adalah cowok, (ya iyalah
). Kang Donny sepertinya harus banyak riset untuk menyelami karakter wanita dalam Gusni sebelum beliau menulis buku ini. Biasanya apabila pengarangnya wanita akan terjadi kecenderungan dia akan menulis karakter wanita lebih dominan dalam bukunya. Tapi Mas Donny berhasil menyelami karakter Gusni sehingga akhirnya berhasil dan membuahkan rasa puas dari si pembaca. *Two Thumps up*
Keistimewaan yang kedua adalah pembaca buku ini dibuat bingung
dengan kisah ini terkait apakah kisah Gusni dalam Novel 2 ini merupakan kisah yang fiktif atau kisah nyata. Kalau membaca buku ini, aku awalnya berpikir bahwa ini adalah kisah fiktif yang dibumbui dengan kata-kata penceritaan versi Kang Donny, namun di akhir cerita diberikan keterangan bahwa kisah yang diceritakan tersebut masih ada dan masih eksis. Mmmm, kalau ini benar-benar kisah nyata seharusnya di cover depan diberikan keterangan “inspired by true story”, karena pembaca akan merasa ‘tertipu’ dengan buku ini apabila tidak diberikan keterangan seperti tersebut.
Keistimewaan yang ketiga adalah tema novel yang menurutku tidak biasa dan menjadi sesuatu yang baru dalam jalan cerita pernovelan Indonesia.
Seperti yang sudah aku kasih tau sebelumnya tentang tema buku ini, buku ini bercerita tentang buku tangkis Indonesia yang menurutku akan menjadi sangat absurb di tengah kerinduan rakyat Indonesia dengan prestasi baru pemain buku tangkis Nasional. Kalau menurut aku sendiri, penilaian yang akan muncul di dalam pikiranku adalah buku ini akan tidak begitu banyak disukai oleh pembaca. Namun ternyata penilaianku salah karena faktanya adalah buku ini menjadi “best seller”. Entahlah, apakah motivasiku hampir sama dengan pembaca lainnya adalah alasan pribadi kenapa memutuskan buku ini adalah buku ini Karangan Dhony Dhirgantoro yang menyajikan cerita terbaiknya di bukunya yang pertama.
Menurutku itu adalah keistimewaan dari buku ini, kalau bisa diberikan skor untuk buku ini aku akan memberikan bintang 3/5 untuk buku ini. Semoga setelah buku kedua ini, aka nada buku ketiga dari sang pengarang karena sela waktu antara buku pertama dan kedua lumayan lama dan membuat pembaca penasaran dengan kelanjutan ceritanya.


wew! jadi gak sabar pengen segera baca bukunya ^^
two thumbs up…..not two thumps up…..
mantap..
Terus berjuang dan semangat…
semoga makin banyak buku2 yang menginspirasi tercipta dari tangan2 putra-putri Indonesia yah
nice like lah aku mah hehe