Awalnya sedikit ragu untuk membeli dan memutuskan untuk menjadikan buku ini menjadi list to read karena novel ini banyak mengambil latar belakang sejarah yang bisa gw bilang gw kurang suka
karena sering sekali novel latar belakang sejarah membuat gw harus rajin untuk mengingat dan membalik lembar buku ke halaman belakang karena harus melakukan cross cek dengan rentetan waktu dan tempat. Namun karena kemarin pas jalan-jalan ke gramedia dan koleksi novelnya sangat menyedihkan (minimnya buku bagus) akhirnya gw memutuskan untuk membeli buku ini.
Koleksi di Jogja memang membuat gw miris dan menyesali kenapa ketika di Jakarta, gw tidak membeli banyak buku yang menjadi list to read gw. For this thing, I mizz Jakarta.
Ternyata setelah membaca dan menyelami karakter Sarah dalam novel ini, gw menyatakan puas dan tidak menyesal untuk membacanya.
Buku ini lumayan bagus bagi pecinta novel yang berlatar belakang sejarah. Tatiana De Rosnay mengangkat kisah penangkapan orang Yahudi di tahun 1942 oleh tentara Prancis yang akhirnya dibawa ke tempat pembunuhan massal di Auschwitz. Dalam buku ini dikatakan bahwa 13.152 orang Yahudi ditangkap di Paris dan wilayah sekitarnya untuk dideportase dan dihukum mati di Auschwitz.
Sebelum dibawa ke Auschwitz, orang Yahudi yang sudah bertempat tinggal di Prancis dikumpulkan dalam suatu lapangan sempit di Velodroma d’Hiver. Di Velodroma d’Hiver terkumpul Orang Yahudi sebanyak 1.129 lelaki, 2.916 perempuan, dan 4.115 anak-anak. Yang membuat sedih adalah jumlah wanita dan anak-anak sangat banyak namun perlakukan yang diberikan oleh Tentara Prancis ternyata kurang manusiawi. Padahal tentara tau bahwa wanita dan anak-anak yang diperlakukan lebih spesial daripada laki-laki… Hiks, pada saat Tatiana menceritakan kisah ini, air mata turun dari mata dan gw pun termehek-mehek.
Cerita ini sangat dibuat dengan alur indah *two thumps up* dimana Tatiana memainkan latar belakang maju mundur untuk menceritakan kisah seorang gadis kecil bernama Sarah dan seorang wartawan kebangsaan Amerika yang menikah dengan lelaki Prancis bernama Julia Jarmond. Kisah Sarah menjadi satu kesatuan waktu yang menyatu dengan Julia padahal latar belakang penceritaan ini sangat berbeda dan jarak kisah antara 2 tokoh ini adalah 60 tahun. *penasaran khan?*
Karakter Sarah digambarkan sebagai seorang gadis kecil yang dilahirkan dari orang tua Yahudi sehingga termasuk dalam list nama yang harus ditangkap oleh Tentara Prancis padahal saat itu umurnya masih sangat muda yaitu 10 tahun. Namun karena keadaan mendesak, Sarah menjadi karakter yang keras dan sulit diprediksi. Ini menjadi suatu aksi dari Sarah karena mengalami semua kepahitan akibat pembunuhan Yahudi di zaman kepemimpinan Hitler. Ayah, Ibu dan Adiknya harus menjadi korban perang dan penindasan secara kurang manusiawi oleh Pemerintahan Hitler.
Karakter Julia Jarmot adalah wanita yang kuat dan berkeinginan keras dimana sifat yang pantang menyerah itulah menjadikan Julia dapat memecahkan teka-teki tentang keberadaan Sarah yang dinilai kurang baik bagi keluarga suaminya dimana Sarah memiliki cerita kelam bagi ayah mertua Sarah.
Sebelumnya gw dah pernah membaca dan menonton kisah dengan latar belakang pembunuhan Yahudi yaitu Schindler’s List, The Beautiful Life, The Boy in the striped pajamas. Namun Kisah pembunuhan orang Yahudi dalam buku ini dibuat dengan lebih menyayat dan lebih menyedihkan dimana penggambaran Tatiana berhasil membuat kulit bergidik.
Jadi kalau gw bisa memberi rekomendasi untuk list to read, buku ini bisa menjadi referensi yang bagus untuk mengisi waktu kita karena jalan ceritanya tidak membingungkan. Kalau boleh kasih nilai untuk buku ini, gw akan kasih 4,5/5.
Setelah sempat jalan-jalan di Mbak Google, ternyata buku ini telah dibuat versi filmnya di tahun 2010. Wah, baru tau… Berikut gambar cover filmnya.


saya juga sudah pernah membaca salah satu diantara yang mba sebut di atas, tapi sepertinya ini sangat menarik.
semoga ketemu bukunya
maksih wat infonya ^_^
mau tanya nih, menurut anda bagaimana sih caranya menyelami karakter perempuan dalam novel. Karena menurut saya sangat sulit sekali menuliskan narasi atau dialog di dalam novel dengan perspektif perempuan. Mungkin anda bisa kasih saran
Hai Gan…
Perempuan itu kompleks… ya cara supaya menyelami karakter perempuan itu sering2lah dengar cerita ttg perempuan, atau ikut dalam pergaulan perempuan.
thanks
http://cerpenusang.wordpress.com/