Falling in love with Dr. Walter Fane

Pernah ngerasain jatuh cinta bangat dengan tokoh dalam buku ato dalam film ga? Rasanya mengharapkan tokoh tersebut hidup dan menjelma menjadi seseorang yang special dalam kehidupan nyata kita? Hahaha… ya, penyakit gw yang paling gila adalah memimpikan tokoh tersebut di tidur. Dan berharap dapat suami seperti dia. Padahal gw sudah punya suami. Hahaha… Sangat konyol sekali. :) :)

Baiklah untuk pelampiasan gw karena sangat jatuh cinta, gw tuangkan dalam tulisan ini.

Penakluk hatiku

Yap, gw sekarang sedang jatuh cinta dengan Dr. Walter Fane. Siapa dia? Dia adalah seorang Bakteriologist dalam film “The Painted Veil”. Oh My.. matilah gw… something stupid happen to me. Sebenarnya ini bukan yang pertama kali terjadi, karena gw termasuk orang yang gampang untuk jatuh cinta. Gw sempat jatuh cinta juga dengan Pemeran Ryan di film The Notebook. Pernah jatuh cinta dengan Peran Albert di Candy Candy. Mmm… pernah juga jatuh cinta dengan Mr. Darcy di Pride and Prejudice. Hahahaha… tapi kadar cintaku ke Dr. Walter Fane jauh lebih besar dibandingkan dengan semua tokoh yang kuimpikan.

Mungkin yang membuat gw makin jatuh cinta bangat dengan tokoh ini karena kemasan dalam film “The painted Veil” sangat perfecto dengan jalan cerita yang menyentuh dan mengalir. Cerita ini berlatarbelakangi zaman Inggris ketika menjajah Cina di tahun 1925. Dr. Walter Fane hadir sebagai tenaga sukarela untuk membantu menanggulangi bencana Kolera yang sedang menimpa Mei Tan Fu. Ini menjadi tantangan bagi Walter untuk meneliti virus penyebab penyakit kolera. Namun dibalik itu semuanya, Walter memutuskan untuk menjadi tenaga sukarela karena ini memberi pelajaran kepada istrinya Kitty yang telah melukai hatinya karena ketahuan selingkuh dengan Charles Townsend, seorang diplomat London yang sedang bersinar karir politiknya di Shanghai.

Yang membuat gw menangis dan ketagihan dengan kisah ini adalah kerelaan seorang Walter yang mencintai istrinya dengan segala usaha yang dia miliki, namun memang karakter Kitty menjadi karakter yang sombong dan sangat percaya diri sehingga merasa ‘kurang cocok’ dengan karakter Walter yang sangat kaku dan tidak banyak bicara. Inilah yang menjadi daya tarik Walter menurut gw. Walter dengan karakternya seperti itu berusaha untuk terus menyenangkan istrinya, namun istrinya tidak menikmatinya. Jadi pesan yang bisa diambil adalah “tidak akan bisa untuk memaksa atau harus menjadi orang lain untuk mencintai orang lain. Cinta itu datang dengan sendirinya.”

Walter jatuh cinta kedua kalinya ke perempuan yang sama

Dalam cerita ini, diceritakan setelah Kitty melihat pengorbanan suaminya untuk membantu penderita Kolera, akhirnya muncullah rasa sayang dan kagum karena ternyata dia menikah dengan seorang lelaki yang sangat baik dan berhati mulia. Padahal selama di Mei Tan Fu, perlakukan Walter kepada istrinya sangat sinis dan cuek, sehingga perlakuan itu membuat Kitty merasa menjadi orang yang sangat sia-sia dan tidak bahagia sama sekali. Mengapa Walter memperlakukan Kitty seperti itu karena mereka terlibat dalam kesepakatan bahwa setelah selesai dengan tugas di Mei Tan Fu, Walter akan menceraikan istrinya. Padahal Wakter masih sangat mencintai Kitty.:( :(

Kembali seperti gw bilang sebelumya bahwa cinta tidak dapat dipaksakan, dia datang dengan sendirinya. Ternyata setelah Kitty membuka hatinya sedikit kepada Walter, dan dia terkejut ketika menyadari bahwa dia sudah jatuh cinta dengan suaminya. Sweet bangat ya. Sangat indah sekali kisah cinta ini. Oh… I’ m mad of love story. It makes me like life in a fairy tale. :)

Walter yang sedari awal sudah sangat mencintai istrinya tentu saja dengan sedikit perubahan dari Kitty, langsung memaafkan kesalahan Kitty dan mau menerima Kitty dengan keadaan hamil walaupun dia tidak tahu apakah anak yang dikandung Kitty adalah anaknya atau anak Charles Townsend. What a sweet guy.

Namun gw sangat terganggu dengan ending dari kisah ini. Sangat terganggu dan memiliki ide untuk memutar 180 derajat dari kisah ini. Di akhir cerita Walter meninggal di samping Kitty karena akhirnya virus kolera masuk ke tubuh Walter. Gw ingin mengubahnya menjadi kisah yang sweet ending dimana akhirnya pasangan suami istri ini berhasil melewati badai epidemic kolera dan pulang ke London dengan anak-anak mereka. Hiks, sedih bangat, karena ternyata harapan penonton untuk melihat Walter hidup kembali hanya sebatas mimpi.

Memang di akhir cerita muncul Kitty dengan seorang anak kecil umur 5 tahun yang ternyata sangat mirip dengan Walter Fane. Bahkan Kitty menamai anak itu Walter.

Nah itulah alasan gw jatuh cinta dengan Dr. Walter Fane. Tokoh yang sangat apik dimainkan oleh Edward Norton. Walaupun di dalam cerita ini terlihat Edward sangat kurus dan kecil dibandingkan dengan perannya di Fight Club bersama Brad Pitt. Seandainya ada pembuatan film ini lagi gw akan mengharapkan agar sutradaranya mengubah ending dari film ini. Gw tidak menginginkan sad ending, gw mau semuanya bahagia.

Tapi malam ini, gw ga pengen untuk memimpikan Dr. Walter Fane, gw pengen memimpikan soal ujian apa yang akan keluar besok karena besok gw masih harus melanjutkan ujian gw. Wish me luck Guys. Amien.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s